Soka Gakkai Indonesia

merupakan lembaga yg didirikan tanggal 13 Juli 2004 dengan tujuan memprakarsai kesatuan harkat dan martabat kemanusiaan, mempromosikan kegiatan perdamaian, kebudayaan dan pendidikan. Menciptakan nilai kebaikan tertinggi dalam kehidupan serta memajukan persahabatan dan perdamaian diantara sesama umat manusia melalui tindakan altruistis dan semangat humanis Budhis, Nichiren Daishonin.

Soka Gakkai Indonesia adalah salah satu bagian dari 192 negara dan wilayah didunia yang tergabung dalam ikatan persaudaraan Soka Gakkai International (SGI) yang dipimpin oleh Dr. Daisaku Ikeda, Seorang aktivis dan filsuf Budhist yang aktif mengadakan diskusi diskusi mengenai perdamaian, hak asasi manusia, peran agama dalam masyarakat, astronomi hingga kekuatan budaya dengan tokoh-tokoh terkemuka dari berbagai negara. Dialog-dialog tersebut beserta karya lainnya telah diterbitkan dalam lebih dari 32 bahasa diseluruh dunia dan banyak digunakan sebagai buku pelajaran ataupun bahan penelitian diberbagai tingkat Institusi pendidikan.

Kata ‘Soka’ berarti mencipta nilai secara tepat memperkenalkan nilai dasar dan prinsip Budhis tentang pengarahan kehidupan seseorang ke arah yang baik dan positif pada skala yang lebih besar. Kata ‘Soka’ mencerminkan komitmen organisasi untuk menyumbang pada kebaikan masyarakat. Filsafat inti dari ‘Soka Gakkai’ dapat disimpulkan dengan konsep revolusi manusia yang berarti perubahan dalam diri seseorang atas motivasinya sendiri akan memberikan pengaruh positif terhadap jaringan kehidupan yang lebih besar. Proses reformasi diri yang dinamis dari ketakutan menjadi keyakinan, dari penghancuran menjadi daya cipta, dari kebencian menjadi welas asih dan peremajaan masyarakat yang dihasilkan inilah yang membentuk inti dari visi “Soka Gakkai Indonesia” akan sebuah dunia yang damai.

Rangkaian Kegiatan yang telah berhasil dilaksanakan oleh “Soka Gakkai Indonesia” antara lain: Pameran lukisan anak-anak sedunia, Peluncuran piagam bumi di Indonesia, Pameran dan festival kebudayaan, Piagam Bumi di Bali dalam rangka konferensi komite persiapan ke-4 untuk KTT bumi tentang pembangunan PBB di Bali, Festival Kebudayaan Asia Pertama untuk Perdamaian, Youth Concert For Peace, pameran photo “Dialog with Nature” dan yang terbaru adalah Religious Art Festival for Peace yang bekerjasama dengan Nahdlatul Ulama (NU) dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

RSS Bimbingan Harian

  • Daily Encouragement October 20
    President Toda detested formality. And for this reason, as his disciple, I have tried to place foremost emphasis on substance. Formalities are important in certain cases, but mere formality without substance is evil. Formalities in and of themselves have no life, whereas substance is alive. Formality is provisional and substance essential. Formality is conve […]